+(65) 6933 9100 | +(62) 21 525 0609

Environment and System of Waste Treatment

Penggunaan Bahan Baku atau Bahan Penolong Produksi

Bahan baku atau bahan penolong yang digunakan oleh Perseroan adalah sebagai berikut :

  • Bahan Baku : Seamless Green Pipe, Steel Coil, Plastic Resin
  • Bahan Penolong : Thinner, Cat, Insert, Coolant, Delta Forge, Dope

Meskipun bahan baku utama yang digunakan bukan termasuk eco-product, namun Perseroan membuat kebijakan dimana Perseroan hanya menerima bahan-bahan penolong atau penunjang yang tidak termasuk kategori CMR (Carcinogenic, Mutagenic, Reprotoxic) Dan mengganti bahan-bahan penunjang lainnya dengan bahan yang lebih ramah baik pada lingkungan maupun pada manusia.

Penggunaan Energi yang Ramah Lingkungan serta Efisiensi Energi

Untuk mewujudkan komitmen dalam hal penggunaan energi yang ramah lingkungan, Perseroan telah melakukan penggantian solar/ diesel dengan natural gas sebagai bahan bakar utama untuk semua fasilitas utama produksi dan pembangkit listrik (Power House). Perseroan sejak tahun 2005 dan juga saat ini sedang dalam proses penggantian Refrigerant AC (Air Conditioner) yang ramah lingkungan.

Dalam efisiensi energi, Perseroan membuat kebijakan tentang energi dimana Perseroan memiliki komitmen untuk memastikan bahwa setiap kegiatan operasinya selalu mempertimbangkan keamanan lingkungan serta energi, secara efektif dan sehat melalui pengurangan pemakaian sumber (baik energi dan air) dan mengurangi emisi rumah kaca. Perseroan telah merencanakan untuk mengurangi intensitas penggunaan energi hingga 20% pada tahun 2020.

Untuk menuju ke arah tersebut segenap pihak harus selalu mengingat dan memperhitungkan aspek penggunaan energi pada setiap aktivitas yang hendak dilakukan.

Produksi yang dilakukan oleh perseroan adalah berdasarkan order, sehingga variasi produk sangat beragam setiap tahunnya, Hal ini sangat mempengaruhi konsumsi energi dimana pada saat tertentu menjadi sangat efisien. Hal lain yang  mempengaruhi adalah rancangan mesin produksi dimana akan sangat menjadi efisien jika sesuai dengan rancangannya dan menjadi sangat tidak efisien disaat penggunaan tidak sesuai dengan rancangannya.

Saat ini Perseroan masih menggunakan sumber energi tak terbarukan berupa gas alam dalam memenuhi kebutuhan proses produksi, hal ini karena alasan keekonomian dan kepraktisan. Namun demikian Perseroan telah memanfaatkan energi secara terbarukan secara bertahap yaitu penggunaan tenaga listrik surya (Solar cell) untuk penerangan di area penyimpanan pipa.

Untuk mengurangi penggunaan gas alam yang digunakan untuk Generator Pembangkit listrik, Perseroan menerapkan serangkaian kebijakan yang mencakup:

  • Pemanfaatan bank kapasitor
  • Pemasangan inverter pada motor-motor penggerak produksi
  • Sosialiasi dan implementasi ke karyawan untuk:
    • Menaikan Setting AC ke 25°C
    • Mengurangi jumlah AC pada ruangan yang menggunakan AC Over Capacity
  • Pemanfaatan cahaya alami
  • Penggantian lampu-lampu listrik yang hemat energi dari lampu TL (Tube luminescent) ke Lampu LED secara bertahap
  • Penggantian lampu sorot di area final inspection coupling dan pipa dengan lampu LED yang hanya memerlukan daya seperempat dari lampu eksisting
  • Penggunaan lampu solar sel pada daerah lapangan yang sulit dijangkau listrik
  • Penggantian AC (Biasa) ke AC Split (Inverter)
  • Pembenahan kualitas kelistrikan
  • Mempercepat waktu start-stop dengan SMED (Single Minutes Exchange Die)

Sedangkan untuk mengurangi pemakaian gas alam pada furnace, Perseroan melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  • Meningkatkan efisiensi produksi melalui perawatan panas pipa dengan melakukan refractory ceramic pada furnace hardening dan tempering
  • Menutup pintu keluar masuk pipa di furnace dan penggunaan software untuk membantu simulasi antara order

Untuk menghemat konsumsi BBM, beberapa inisiatif yang dilakukan mencakup:

  • Optimalisasi operasi Loader untuk forklift
  • Uji petik per unit alat berat
  • Mengatur distribusi pengisian BBM ke alat berat

Untuk memastikan penerapan sistem efisiensi berjalan sesuai dengan yang diharapkan,maka dilakukanlah audit energi,dan audit ini dilakukan oleh pihak ketiga yang mempunyai pengalaman, pendidikan yang lebih kompeten dalam hal audit energi. Terakhir audit energi dilakukan pada tahun 2012 dan akan dilakukan kembali pada 2015.

Konservasi Air

Rencana strategis telah dibuat Perseroan untuk mencapai target dan sasaran sehubungan dengan konservasi air sampai tahun 2020. Dalam kegiatan operasinya sebagian besar air digunakan untuk keperluan produksi antara lain:

  • Penyemprotan pipa yang baru keluar dari furnace (quenching & deschaling)
  • Proses NDT dan hydrotest
  • Proses surface treatment pipa dan coupling
  • Pembersihan pipa

Dalam rangka menjaga ketersediaan air  permukaan dan memelihara kelestarian  lingkungannya,khususnya sumber air, Perseroan melakukan kegiatan konservasi sumber daya air melalui kegiatan  konservasi sumber air melalui beberapa kegiatan, yakni:

  • Pemanfaatan air hujan untuk penyemprotan pipa yang keluar dari furnace (quenching & descaling)
  • Penggunaan air dengan sistem tertutup pada proses quenching di Heat  Treatment proses. (Closed loop)
  • Daur ulang air pada process NDT dan hydro test

Perseroan juga melakukan pengolahan air limbah yang berasal dari proses surface treatment (phospate dan electroplating) dengan sarana IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) IPAL ini memiliki berkapasitas pengolahan 9 m3 per hari. Adapun tujuan pengolahan air limbah ini selain untuk mengurangi kadar limbah yang dihasilkan juga mengurangi (Reduce) volume Air dari kawasan yang diambil kebutuhan penyiraman taman dan mengkonversi (Reuse & recycle) air limbah untuk dijadikan air bersih yang digunakan untuk penyimpanan taman.

Melalui langkah-langkah tersebut, Perseroan berpartisipasi untuk memelihara dan memastikan sumber air permukaan yang digunakan sesuai kaidah pelestarian lingkungan yang dipegang teguh,Perseroan secara rutin juga melakukan pemantauan atas kualitas air limbah hasil olahan yang dikembalikan ke tanah/ perairan umum setiap bulan.Hasil nya menunjukan, tidak ada parameter pengukuran melampaui baku mutu yang di persyaratkan.

Upaya 3R (Reduce,Reuse,Recycle) air yang dilakukan oleh Perseroan memerlukan biaya yang cukup besar. Pengembalian (return) dari biaya investasi yang dikeluarkan cukup lama. Namun karena Perseroan memiliki komitmen keperdulian terhadap lingkungan meskipun return cukup lama namun  infrastruktur pemanfaatan air hujan tetap dibangun dan dijalankan.

Penurunan Beban Pencemaran Air

Intensitas jumlah limbah cair mengalami kenaikan akibat adanya tambahan limbah cair yang berasal dari penetrant. Proses pengolahan air limbah pada IPAL menggunakan metode kimiawi sehingga memerlukan bahan kimia dalam jumlah yang cukup banyak sehingga jika dibandingkan dengan hasil pemanfaatan air hasil olahan tidak sebanding. Namun perusahan tetap berkomitmen melakukan pengolahan tersebut meskipun biaya yang dikeluarkan cukup besar.

Pengurangan Pencemaran Udara

Aktifitas pengurangan pencemaran udara dilakukan oleh Perseroan sebagai bentuk kepedulian mengurangi laju penipisan lapisan ozon. Walau secara khusus belum melakukan perhitungan potensi jumlah gas pemicu penisipan lapisan ozon dari aktivitas produksi yang dilakukan. Adapun kegiatan menyeluruh yang dilakukan oleh Perseroan dalam rangka  mengurangi efek rumah kaca (global warming) adalah:

  • Meningkatkan efisien produksi melalui peratawan panas pipa dengan melakukan refactory ceramic pada furnace hardening dan tempering di tahun 2011
  • Konversi dari bahan bakar solar/diesel menjadi natural gas sejak tahun 2005
  • Pemanasan scrubber dari cerobong electroplating untuk mengurangi pencemaran udara
  • Monitoring emisi sumber tidak bergerak di 17 titik lokasi produksi setiap 6 bulan dan sumber emisi bergerak setiap tahun
  • Tidak melakukan pembakaran sampah secara terbuka
  • Melakukan Program Pengurangan Green House Gas, melalui:
    • Penanaman pohon oliana, mangga dan angsana yang terbukti mampu mengurangi polusi udara dan menyerap CO
    • Penggunaan refrigerant yang ramah lingkungan

Pendekatan yang digunakan untuk mengambil sampel dalam menentukan nilah kalori besar (net calorific value) dan kandungan karbon, Perseroan menggunakan data pengukuran dari komposisi kimia bahan bakar gas yang dipakai yang datanya berasal dari laporan secara periodik yang diberikan pemasok gas alam (PGN).

Sistem Pengolahan Limbah B3

Ada beberapa program yang dilakukan oleh Perseroan sebagai salah satu bentuk komitmen  untuk mengurangi dampah pengaruh limbah B3 pada lingkungan yaitu:

  • Pembuatan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)

Dimana IPAL ini dibuat untuk mengurangi  dampak limbah cair yang dihasilkan oleh proses pelapisan logam (Phospating dan electroplating) Air hasil olahan IPAL ini sebelum dibuang kesaluran umum kawasan terlebih dahulu dilakukan pengukuran oleh pihak internal Perseroan untuk memastikan bahwa air limbah hasil olahan adalah layak buang sesuai dengan peraturan lingkungan  yang berlaku. Setiap bulannya dimana pengukuran dilakukan oleh pihak ketiga  dilokasi titik samping  yang telah ditentukan.

  • Pembuatan Sistem Tertutup (Closed Drain System)

Saat ini Perseroan sedang dalam tahap pembuatan saluran tertutup tahap dua dimana pembuatan saluran ini dilakukan untuk memisahkan antara air hujan dengan air limbah cair domestik dan limbah cari produksi akan disalurkan melalui pipa tertutup menuju kolam areasi.

  • Penyediaan tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 (TPS)

Pengambilan limbah B3  dari area produksi dilakukan setiap hari oleh tim HSE untuk kemudian dikumpulkan di dua tempat penyimpanan sementara (TPS) yang telah memiliki izin dari Bapedalda Batam. Selanjutnya pendataan limbah dilakukan dan dilaporkan kepada setiap departemen terkait dilingkungan perusaan tentang status limbah B3 yang dihasilkan sebagai acuan terhadap tindakan  yang harus dilakukan selanjutnya.

Dalam Hal pelaporan limbah yang dihasilkan, Perseroan membuat data neraca limbah dan secara periodik dilaporkan ke pihak pemerintahan berupa laporan PROPER setiap 3 bulan sekali dan UKL/UPL setiap 6 bulan sekali.

  • Perseroan akan meningkatkan pengolahan limbah dengan menggunakan teknologi Biocleaner untuk mengolah limbah cair hasil produksi yang bertujuan untuk memperbaiki aku mutu limbah cair domestik. Pada tahun 2014, teknologi Biocleaner masih dalam proses pembangunan untuk diterapkan pada tahun 2015.

Sertifikasi di Bidang Lingkungan

Dalam hal sertifikasi sistim manajemen Lingkungan, Perseroan telah memiliki sertifikasi ISO 14001 : 2004. Sistim Manajemen Lingkungan (SML) yang merujuk pada ISO14001 ini memiliki tujuan utama yaitu:

  • Pengurangan pencemaran lingkungan
  • Mengurangi keluhan masyarakat
  • Peningkatan efisiensi pada proses
  • Pemenuhan peraturan
  • Peningkatan kinerja manajemen/moral kerja
  • Meningkatkan kepuasan konsumen, dan meningkatkan penjualan

Sebagai penunjang SML tersebut,perusahaan juga memperoleh sertifikasi OHSAS 18001 : 2007 dan SMK3 untuk Sistem Manajemen K3 serta sertifikasi ISO 9001:2008 untuk Sistem Manejemen Mutu.

Penerapan sistem-sistem manajemen diatas sangat berpengaruh pada kinerja Perseroan baik lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta kualitas produk yang dihasilkan, karena pencapaian inilah pada tahun 2014 Perseroan mendapat Penghargaan dari BAPEDALDA Batam atas partisipasi Perseroan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2014 dan PROPER Biru tahun 2014 dari Kementrian Lingkungan Hidup dan re-sertifikasi ISO 14001:2004 dari SGS Jakarta.